bagaimana pendapat habib kalau ada orang yg tdk sholat ttp ia ngaku bahwa ddlm dirinya itu selalu ada tuhan ? apakah mungkin !!

Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi anda dengan kebahagiaan,

1. mengenai aqidah yg mengaku muslim namun tidak shalat maka tentunya bukan akidah islam, walaupun ia mengaku dihatinya ada Allah, namun dalam hatinya ada banyak syaitan pula, karena Iman kepada Allah mestilah mengakui hukum Allah swt.

namun mengenai aliran kepercayaan yg datang dari ajaran wali songo itu memang mempunyai sejarah yg benar, sebagaimana dijelaskan bahwa para walisongo itu terjun ke pulau jawa mereka tidak mengajari shalat, mereka itu datang memang untuk mengenalkan tauhid, setelah masyarakat suatu wilayah mengenal islam maka mereka pindah pada kampung lainnya dan terus demikian hingga rata seluruh pulau jawa, lalu mereka mendidik murid murid tertentu untuk diajari shalat, zakat dan syariah, lalu ditebarkan lagi di pelosok2 tersebut untuk mengajari lagi syariah pada masyarakat muslimin yg belum mengenal shalat dan syariah lainnya,
namun ada satu dua wilayah yg memang tidak sempat terjamah dengan Da'i kloter kedua ini hingga berabad abad lamanya.

maka ketika da'i da'i dan kyai masa kini mengunjungi mereka, mereka menolak syariat, karena tetap berhukum dengan ajaran wali songo yg memang tak pernah mengajarkan mereka untuk shalat.
padahal sudah ada murid2 wali songo yg mestinya sudah sampai ke wilayah mereka.
entah terbunuh, entah wafat sebelum sampai, entah kejadian lainnya.

yg jelas para walisongo itu membawa tauhid, lalu baru syariah.
dan kelompok aliran kepercayaan itulah dari kelompok yg belum disentuh ajaran syariah dimasa itu.

2. syariah : ajaran Hukum hukum Allah berupa perintah dan larangan yg dibawa oleh nabi Muhammad saw.
tarekat : suatu cara / metode untuk mencapai kekhusyuan dalam dzikir dan mencapai keridhoan Allah swt
Makrifat : suatu pemahaman / pengetahuan tentang Allah swt.
semakin luas pemahaman seseorang tentang Allah swt maka diakatakan : semakin luas ilmu makrifatnya, ahli makrifat adalah orang yg luas pemahamannya tentang Allah swt, dan gelar utk orang yg sangat dekat dg Allah.

saudaraku, seorang ahli syariah (ahli hukum islam) yg tidak mempunyai ilmu makrifat (mengenal kedekatan dg Allah) maka ia mestilah orang fasiq, ia akan menggunakan ilmunya untuk bermaksiat, menjual ayat, berkhianat dg hukum syariat itu sendiri.
demikian pula tidak bisa memperdalam makrifat bila ia tidak mengamalkan syariah, ini adalah kejahilan pula.

sebagaimana Rasul saw Imam tertinggi dalam ketakwaan dan beliau masih mengamalkan syariat ini bahkan beliau saw lah yg paling gigih mengamalkannya, maka semakin tinggi derajat seseorang akan semakin gigih pengamalannya dalam syariah.

wallahu a'lam
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=1715&lang=id#1715

tarekat, jamaah, dzikir

Habib pada kesempatan ini sy ingin bertanya beberapa hal sbb :
1. Ketika sy berjamaah dgn seorang teman, kebetulan saat itu hanya ada 2 orang yaitu sy dan tmn sy tadi. Pada saat itu teman sy yg bertindak sbg imam, sy sbg makmum biasanya mengambil posisi sedikit dibelakang imam. Tapi teman sy itu menyuruh agar sy berdiri sejajar dgn dia. Pertanyaan sy manakah yg benar, apakah sy berdiri sejajar dgn imam atau sedikit dibelakang imam. Mohon penjelasannya habib, mgkin dalam hal ini sy kurang berilmu.

2. Pada suatu forum diskusi di internet, ada yg mengatakan bahwa zikir bersama(dikomando) dan dgn suara keras itu tidak ada tuntunannya dlm Al-Qur'an dan hadits. Bahkan Imam Syafi'i pun tidak mengajarkan hal tsb. Benarkah hal itu habib?

3. Sy ingin bertanya ttg tarekat Naqsyabandiyah, mnrt informasi yg sy terima tarekat itu sesat? Salah satu alasannya ialah tarekat tersebut mengatakan "barangsiapa yg tidak memiliki Syeikh maka Syeikhnya adalah syetan".

Demikianlah habib yg ingin sy tanyakan, semoga sy, keluarga dan semua member majelis ini selalu di jalan yg lurus dan diridhoi oleh Allah SWT melalui bimbingan Habib Munzir.

Wassallam.

Arul

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Anugerah Nya semoga selalu melimpah kepada anda dan keluarga,

1. cara seperti itu sering dilakukan oleh muslimin anti maulid dan tahlil, entah darimana mereka mengambil dalilnya, karena bila shalat hanya berdua saja, maka makmum berada di kanan Imam, ia tidak sejajar dengan Imam dan tidak pula di shaf kedua dari Imam, namun ditengah tengah, demikian yg masyru?, dan bila makmum sampai mendepani imam maka tidak sah jamaahnya, karena salah satu dari lima syarat sah nya shalat jamaah adalah makmum tidak mendepani Imam, nah.., bila makmum ini posisinya seperti yg anda katakan, maka sudah bisa dipastikan ia mendepani imam, karena saat makmum dalam posisi sujud, dan Imam berdiri, maka sebelum makmun berdiri pastilah pinggang makmum dalam posisi lebih depan dari imam, maka tidak sah jamaahnya.

Demikian pula sebagaimana disunnahkan untuk mundurnya makmum itu bila ada makmum lain yg datang, atau Imam yg maju, demikian diriwayatkan dalam shahih Muslim. Maka bila imam berdempet dengan makmum seperti kasus yg anda tanyakan itu, maka bila datang makmum lain tentunya akan butuh banyak gerakan untuk menjadikan shaf pemisah antara makmum dan Imam, dan itu akan membatalkan shalat karena akan butuh melangkah hingga tiga langkah berturut turut.

Maka selayaknya kita shalat bermakmum dengan posisi tidak sejajar dengan Imam dan tidak pula dibelakang Imam, tapi ditengah tengah shaf dikanan Imam. (Busyralkarim Bab Sifatusshalat hal 276)

2. Dzikir berjamaah sejak zaman Rasul saw, sahabat, tabiin dan selanjutnya, tak pernah dipermasalahkan, bahkan merupakan sunnah rasul saw, dan pula secara akal sehat, semua orang mukmin akan asyik berdzikir,
dan hanya syaitan yg benci dan akan hangus terbakar dan tak tahan mendengar suara dzikir. kita bisa bandingkan mereka ini dari kelompok mukmin, atau kelompok syaitan yg sesat.., dengan cara mereka yg memprotes dzikir jamaah, telinga mereka panas, dan ingin segera kabur bila mendengar jamaah berdzikir.

saat membangun Masjidirrasul saw : mereka bersemangat sambil bersenandung : ?Laa Iesy illa Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal Muhaajirah, setelah mendengar ini maka Rasul saw pun segera mengikuti ucapan mereka seraya bersenandung dengan semangat : Laa Iesy illa Iesyul akhirah, Allahummarham Al Anshar wal Muhajirah, Tiada kehidupan selain kehidupan akhirat, wahai Allah sayangilah Anshar dan Muhajirin (Shahih Bukhari) ucapan ini pun merupakan doa Rasul saw bersama para sahabat.

Firman Allah swt : SABARKANLAH DIRIMU BERSAMA KELOMPOK ORANG ORANG YG BERDOA PADA TUHAN MEREKA SIANG DAN MALAM SEMATA MATA MENGINGINKAN KERIDHOAN NYA, DAN JANGANLAH KAU JAUHKAN PANDANGANMU (dari mereka), UNTUK MENGINGINKAN KEDUNIAWIAN (meninggalkan mereka memilih kumpulan lainnnya (QS Alkahfi 28)
Ayat ini turun ketika Salman Alfarisi ra berdzikir bersama para sahabat, maka Allah memerintahkan Rasul saw dan seluruh ummatnya duduk untuk menghormati orang2 yg berdzikir. (rujuk Majmu? zawaid juz 7 hal 21)
Mereka (sekte wahabi) mengatakan bahwa ini tidak teriwayatkan bentuk dan tata cara dzikirnya, he..he..he.. Dzikir ya sudah jelas dzikir.., menyebut nama Allah, mengingat Allah swt, adakah lagi ingin dicari pemahaman lain?,

Sahabat Rasul radhiyallahu?anhum mengadakan shalat tarawih berjamaah, dan Rasul saw justru malah menghindarinya, mestinya merekapun shalat tarawih sendiri sendiri, kalau toh Rasul saw melakukannya lalu menghindarinya, lalu mengapa Generasi Pertama yg terang benderang dg keluhuran ini justru mengadakannya dengan berjamaah?,
Sebab mereka merasakan ada kelebihan dalam berjamaah, yaitu syiar,
Syiar??, mereka masih butuh syiar dibesarkan, apalagi kita dimasa ini??,

Kita di Majelis Majelis menjaharkan lafadz doa dan munajat untuk menyaingi panggung panggung maksiat yg setiap malam menggelegar dengan dahsyatnya menghancurkan telinga, berpuluh ribu pemuda dan remaja MEMUJA manusia manusia pendosa dan mengelu elukan nama mereka.. menangis menjilati sepatu dan air seni mereka.., suara suara itu menggema pula di televise dirumah rumah muslimin, dimobil2, dan hampir disemua tempat,
Salahkah bila ada sekelompok pemuda mengelu-elukan nama Allah Yang Maha Tunggal?, menggemakan nama Allah?,
apakah Nama Allah sudah tak boleh dikumandangkan lagi dimuka bumi?

Seribu dalil mereka cari agar Nama Allah tak lagi dikumandangkan..
cukup berbisik bisik..!,
sama dengan komunis yg melarang meneriakkan nama Allah, dan melarang kumpulan dzikir..
Adakah kita masih bisa menganggap kelompok wahabi ini adalah madzhab..?

Kita Ahlussunnah waljamaah berdoa, berdzikir, dengan sirran wa jahran, di dalam hati, dalam kesendirian, dan bersama sama.
Sebagaimana Hadist Qudsiy Allah swt berfirman : ?BILA IA (HAMBAKU) MENYEBUT NAMAKU DALAM DIRINYA, MAKA AKU MENGINGATNYA DALAM DIRIKU, BILA MEREKA MENYEBUT NAMAKAU DALAM KELOMPOK BESAR, MAKA AKUPUN MENYEBUT (membanggakan) NAMA MEREKA DALAM KELOMPOK YG LEBIH BESAR DAN LEBIH MULIA?. (Shahihain Bukhari dan Muslim).

3. Tarekat manapun yg bertentangan dg syariah maka tetap sesat.
Mengenai ucapan bahwa : mereka yg tidak mempunyai syeikh maka syeikh nya adalah syaitan?, ucapan itu benar, hanya orang orang wahabi saja yg gerah dengan ucapan itu, karena makna syeikh disini adalah guru, maka makna ucapan itu adalah : barangsiapa yg tak punya guru maka gurunya adalah syaitan.

Ucapan itu benar, karena pastilah semua muslim itu mengenal islam dari guru, bila ia seorang non muslim dan membaca buku dan ingin masuk islam tentunya mestilah ia bersyahadat didepan orang muslim, maka muslim itu menjadi gurunya, demikian pula setiap muslim yg belajar dari buku, bila ia tak faham mestilah ia mencari orang lain untuk bertanya, dan tentunya secara hukum orang yg ditanya itu telah menjadi gurunya.

Apa pendapat anda dengan orang yg tak mau bertanya?, cukup hanya membaca dan bila ia tak faham ia menafsirkan sendiri, hatinya sombong dan gengsi untuk bertanya pada orang lain, maka siapa yg menuntunnya pada kesombongan?, syaitan tentunya.

Bahkan Rasul saw pun mempunyai guru, yaitu jibril as yg mengajarkan Alqur?an pada beliau saw, walaupun Allah memberikan juga ilham kefahaman yg tidak melalui Jibril as, namun tetap seluruh ayat Alqur?an tidak langsung didengar oleh Rasul saw dari Allah, melainkan melalui perantara pengajar, yaitu Jibril as, sebagaimana juga diriwayatkan bahwa Jibril as mendatangi Rasul saw setiap bulan ramadhan untuk mengulang ulangi bacaan Alqur?an dg Rasul saw (HR Shahihain Bukhari Muslim).
Lalu bagaimana dengan mereka yg tak mau mempunyai guru?, tentulah syaitan gurunya, oleh sebab itu saya membantah ucapan mereka yg mengatakan pernyataan itu salah, terkecuali bila ada terdapat pengingkaran syariah yg jelas pada tarekat Naqsyabandi, namun setahu saya Tarekat Naqsyabandi itu sejalan dg syariah, bila ada pengingkaran maka itu barangkali dari sebagian oknumnya saja.

Demikian saudaraku yg kumuliakan,
semoga Allah melimpahkan hidayah kepada muslimin yg masih dalam ketidak fahaman ini, dan semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan pada hari hari kita

wallahu a?lam
Habib Munzir

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=1667&lang=id#1667

tarekat, syirik kah?

Cahaya Keluhuran Nya semoga selalu membuat kesejukan dalam aktifitas anda,

Tarekat adalah suatu acara khusus utk sampai pada kekhusyuan dalam dzikir kpd Allah, dan puncaknya adalah keridhoan Allah,

selama hal itu merupakan hal yg sunnah maka tentunya menjadi sunnah dan kemuliaan, misalnya pada Tarekat Alawiyyin, yaitu tarekatnya para habaib, yg diantaranya ajarannya adalah ratib, yaitu kumpulan dzikir dari hadits2 rasul saw, maulid, tawassul, tabarruk, yg kesemuanya berlandaskan hadits rasul saw.

adapula tarekat yg muncul di wilayah orang orang yg jauh dari ulama, sebagaimana para Da'i menemukan para penyembah api misalnya, maka mereka merasukkan ajaran islam pada para penyembah api itu, dengan Islam, dan api adalah makhluk yg membakar, dan api adalah ciri kemurkaan dan kemarahan Allah, maka agar mereka takut pada kemurkaan Allah, maka mereka berdzikir disekitar api unggun, merasakan sedikit panasnya api, mengingat bagaimana bila mereka menjadi kayu bakar yg bergemeletak seakan merintih ditengah api,
mereka beristinbath pada perbuatan sahabat yg ketika melihat api ia jatuh pingsan karena teringat neraka.

adapula yg berdzikir dg mematikan lampu, mengingat gelapnya kubur dan kepekatan alam barzakh,

semua ini diada adakan biasanya diwilayah yg jauh dari ulama, dan hanya merupakan bidayah (permulaan saja) dalam penyebaran islam, dan bila masyarakat sudah mengenal islam dan syariah maka mereka sudah tak lagi berbuat itu,

hal hal seperti ini tidak sepantasnya masih dipakai di Jakarta atau di Indonesia misalnya, karena di Indonesia syariah sudah berkembang, ulama bertaburan dimana mana, lain saat kemusyrikan dan penyembahan berhala masih merajalela di pulau jawa, maka para Da'i berdakwah dg wayang, dzikir didepan api, mematikan lampu dlsb.

pada dasarnya semua tarekat adalah benar dan mulia, walaupun tak menutup kemungkinan bila ada yg menyimpang dan sesat, atau tarekatnya benar namun dirubah oleh yg generai selanjutnya.

mengenai mrk yg memusyrikkan hal ini, memang kaum fasiq yg dituntun Iblis sudah ada sejak zaman Adam as, seperti yg mengaku nabi (musailamah alkadzab) misalnya, para penentang kebenaran memang selalu ada disetiap zaman

Wahai Allah, berilah kaum kami hidayah, sungguh mereka tak mengerti

wallahu a'lam

khodam2x itu seperti teman saja

kesucian Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda,

masalah khodam / Jin Islam ini, syariah mengakui kebaikan dan kesetiaan mereka, terbukti dari firman Allah swt menceritakan kejadian Nabi Sulaiman as yg berkata pada rakyatnya : "Siapa diantara kalian yg bisa membawakan singgasana ratu balqis sebelum ia menyerah?, maka menjawablah Ifrit dari golongan Jin : aku akan membawakannya (singgasana ratu balqis) padamu sebelum kau berdiri dari kursimu ini, dan aku mampu dan terpercaya!. lalu berkatalah seorang yg memiliki ilmu dari kitabullah : Aku akan membawakannya sebelum kau mengedipkan matamu!, maka dalam sekejap singgasana itu sudah tegak muncul dihadapan Sulaiman" (QS Annaml 38,39,40).

dalam ayat ini jelas sudah Nabi sulaiman as dibantu oleh para Jin, walau dalam hal ini manusia memenangkannya, dan Allah tidak mengingkari bantuan Jin pada kita, bahkan syariah mengakui pernikahan antara jin islam dan manusia.

namun saudaraku, diluar semua pembahasan diatas, kita dirisaukan tipuan syaitan, bisa saja syaitan berpura2 sebagai Jin islam, lalu pertama tama membawa kabar yg benar agar kita yakin padanya, lalu di akhir ia membawa tipuan tipuan yg membelokkan kita dari kebenaran, inilah yg dirisaukan oleh para fuqaha, sehingga sebagian besar tak membolehkan kita mempercayai ucapan dan kabar para Jin.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=18629&catid=7&lang=id

Benarkah kalau IMAN IBLISY kalau dibandingkan dengan IMAN MANUSIA, lebih tinggi LEVEL nya???

kemuliaan hari Idul fitri, kesucian Rahmat dan kelembutan Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
dalam satu hal, memang iblis mempunyai kelebihan, diantaranya Iblis tak pernah putus asa dalam doanya pada Allah, padahal iblis sudah dilaknat oleh Allah, namun Iblis masih berdoa pada ALLAH : "Wahai Allah tundalah siksaku hingga hari kebangkitan", Allah mengabulkannya, dan Iblis tidak minta diampuni karena sombongnya, dan jika ia bertobat niscaya Allah menerimanya.

namun tentunya hal itu bukan berarti imannya melebihi muslimin, karena iman adalah taat pada Allah, makin tinggi imannya maka makin taat pada Allah, dan Iblis tak pernah mau taat selama lamanya pada Allah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=18701&catid=7&lang=id

baiat

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

saudaraku yg kumuliakan,
mengenai baiat, adalah sumpah setia, boleh boleh saja setiap orang muslim atau non muslim sumpah setia pada temannya atau lainnya, namun dalam islam Bai'at tidak wajib hukumnya, dan tidak selayaknya dijadikan hal yg wajib.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam

baiat

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

saudaraku yg kumuliakan,
mengenai baiat, adalah sumpah setia,
boleh boleh saja setiap orang muslim atau non muslim sumpah setia pada temannya atau lainnya, namun dalam islam Bai'at tidak wajib hukumnya, dan tidak selayaknya dijadikan hal yg wajib.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a'lam
 
...